Posts Tagged ‘islam’

Mumpung masih berada di bulan yang penuh berkah ini ijinkan saya mengucapkan TAQOBBAL ALLAAHU MINNA WA MINKUM, SHIYAMANA WA SHIAYAMAKUM,, maaf lahir dan batin untuk segala khilaf.

sedikit mengulas tentang adanya perbedaan 1 syawal 1432H. saya sebagai umat islam, merasa ada yang salah dengan sistem yang dipakai di negara ini (dalam hal ini penentuan 1 syawal). bukannya saya tidak setuju dengan adanya perbedaan (yang menurut sebagian besar pemimpin negeri in adalah berkah dan anugrah), tapi dilihat dulu perbedaan tentang apa dan kerena apa perbedaan itu. dan selalu berlidung pada “Perbedaan itu indah, mari saling menghormati”.

perbedaan yang dimaklumi itu cuma ada di sistem demokrasi, yang dengan enaknya mengakomodir semua perbedaan tanpa menelaah terlebih dahulu kemaslahatannya, asal disetujui kebanyakan orang, maka itu dianggap suatu kebenaran. kita ini umat islam, mempunyai sistem dan aturan sendiri baik yang tersirat maupun yang tersurat. Allah SWT sudah menggariskan semua dalam Al-qura’an dan Sunnah Rosul. Seharusnya sebagai umat islam kita menjaga sistem itu bukan mengikuti sistem kafir (demokrasi).

islam tidak mengenal demokrasi, karena aturan adalah aturan, tidak bisa ditawar dan diganggu gugat. secara kasat mata saja, apabila suatu aturan dapat digonta-ganti maka tak akan ada kebenaran karena syarat benar adalah mutlak, bersifat menyeluruh dan dapat dibuktikan. yang terjadi di indonesia adalah penyesuaian, bukan kebenaran.

apa bedanya negara indonesia dengan umatnya nabi Ibrahim A.S? umat nabi ibrahim membuat patung kemudian disembah, negara indonesia, membuat aturan untuk dilaksanakan (ditaati) sendiri. Allah menciptakan langit dan bumi sudah membuat rule nya, dari awal sampai akhir, karena Allah adalah sebaik-baik pencipta. Dalam penciptaan manusia pun, Allah menyertakan manual book (Al-Qur’an), apabila kita meragukan manual book itu, maka secara otomatis kita juga meragukan Allah sebagai sang pencipta.

kita beranggapan bahwa Al-quran sudah tak relevan untuk diterapkan sebagai aturan maka kita berusaha membuat tandingannya berupa aturan-aturan yang sering dilandasi hawa nafsu. kita tak sadar, dengan penciptaan aturan-aturan itu, maka kita juga meragukan Allah. lalu, dimana kita menempatkan Allah?

Lakum diinukum waliyadin,,

Iklan

eq“Wanita dinikahi karena empat faktor, yakni karena harta kekayaannya, karena kedudukannya, karena kecantikannya dan karena agamanya. Hendaknya pilihlah yang beragama agar berkah kedua tanganmu”(HR. Muslim). tulisan ini didasari curhat seorang teman tentang kisah cintanya. aku tergelitik untuk menjabarkannya dalam bentuk tulisan, bukan untuk menceritakan kembali kisahnya tapi menguraikan tanggapanku tentang kisah itu. dan tidak lupa juga, aq tergelitik untuk tertawa, he,, maaf sobat. tak ada maksud untuk untuk membuka aib, tapi sekedar untuk dijadikan pelajaran untuk kita semua.

dimulai dari kata-kata, “aku rela kamu jadikan isteri kedua mas”,, aku yang dengar kata-kata itu saja merinding, apalagi yang diajak bicara. kalimat itu diucapkan dalam keadaan kalut dan tertekan karena tak tahu lagi harus memohon seperti apa supaya bisa bersama sang pujaan hati. saya tidak sepenuhnya menyalahkan teman saya karena kata-kata itu diucapkan dalam keadaan bingung. di sini saya menggaris bawahi, apa sampai seperti itu seseorang mencari kebahagian yang masih semu, sampai rela untuk berbagi dengan orang lain. saya katakan semu karena belum tentu juga mereka akan bahagia kalau bersama, ke-semu-an yang dikejar dengan mengorbankan harga diri.

keinginan untuk dijadikan isteri kedua itu menunjukkan rasa ingin (lebih…)

sebelum kita memaknai tuma’ninah dalam sholat, sebagai umat islam kita pasti tahu kalau rukun sholat itu ada 13 yaitu:

  1. Niat. Niat dilaksanakan di dalam hati serta lisan dan dibarengi dengan takbirotul ikhrom.
  2. Berdiri bagi yang mampu di dalam fardhunya. Bagi orang lanjut usia, bila dirasa tidak mampu berdiri, diperkenankan sholat dengan duduk, dan seterusnya melihat kondisi badannya.
  3. Takbirotul Ikhrom.
  4. Membaca surat Al Fatihah. Tasydid harus jelas.
  5. Ruku’ disertai dengan Tuma’ninah. Arti Tuma’ninah adalah berhenti sekira membaca lafadz subhanalloh.
  6. I’tidal disertai dengan tuma’ninah. I’tidal adalah bangun dari ruku’.
  7. 2 sujud disertai dengan tuma’ninah.
  8. Duduk diantara 2 sujud disertai dengan tuma’ninah.
  9. Duduk yang akhir.
  10. Membaca Tahiyat pada duduk yang akhir.
  11. Membaca sholawat kepada Nabi pada duduk yang akhir.
  12. Tertib di dalam rukunnya. Artinya tidak loncat – loncat, missal dari rukun yang 1 terus langsung ke rukun yang ke 5.
  13. Salam yang pertama, ketika menoleh ke arah kanan.

pada rukun yang ke-5 sampai ke-8 ada kata-kata tuma’ninah, Dalam pengertian umum tuma’ninah sering diartikan berhenti sejenak. Dalam sholat, tuma’ninah bermakna (lebih…)