SEPAK BOLA NYARIS ALA PSSI

Posted: 30 Desember 2010 in olah raga
Tag:, , ,

nyaris, hampir itulah kata yang lagi-lagi terdengar tentang prestasi sepakbola tanah air. memenangi enam diantar tujuh pertandingan, dengan hanya satu kekalahan tapi itu sudah cukup untuk membuat indonesia menjadi spesialis runner up diajang AFF CUP yang dulu bernama piala tiger. indonesia pernah jadi runner up di tahun 2000, 2002, 2004 dan yang terakhir tahun 2010.

kenapa saya bilang nyaris, karena itulah yang terjadi, kita pernah mengalami euforia serupa di tahun 2007 kala indonesia bermain di piala asia di mana kita menjadi tuan rumah (meski tak seriuh rendah sekarang). satu grup bersama bahrain, arab saudi dan korea selatan, indonesia tampil meyakinkan di pertandingan pertama kala mengalahkan bahrain 2-1. di pertandingan kedua indonesia dikalahkan arab saudi 0-1, dengan disertai keputusan kontroversial dari wasit ahmad badhawi yang lebih menguntungkan arab saudi. di pertandingan terakhir, indonesia lagi-lagi kalah 0-1 dari korsel dan memastikan indonesia tidak lolos ke babak 8 besar.

semua warga indonesia menyayangkan kegagalan itu karena kita bertindak sebagai tuan rumah, tapi kita dapat hiburan permainan yang pantang menyerah dari para punggawa timnas, nyaris dan nyaris. kerja keras tanpa hasil, proses yang tak berujung (sukses).

kini kita disuguhi lagi peristiwa serupa, nyaris kita menjadi juara piala AFF 2010. menyapu bersih laga penyisihan grup dengan tiga kemenangan, mengalahkan filipina dua kali di semifinal tapi kemudian kekalahan 3-0 atas malaysia di leg 1 yang menggagalkan indonesia menjadi juara, meski di leg 2 mampu membalas 2-1.

seakan tak mau belajar dari kegagalan sebelumnya, para pengurus PSSI terlalu merecoki urusan teknis dari timnas, sehingga kerja pelatih sering diintervensi oleh PSSI sehingga hasilnya tidak maksimal. setelah mencapai semifinal, para pengurus PSSI sudah takabur dan menganggap mereka sudah juara. mereka melakukan berbagai tindakan yang tidak perlu, para pemain pun lebih sering diwawancara media, padahala harusnya pemain dikarantina karena turnamen belum usai.

setelah gagal juara, ketum PSSI dengan enaknya ngomong kalo itu adalah takdir (terus terang saya muak dengan alibi ini). dengan gampangnya dia menyerahkan kegagalan pada Tuhan, padahal yang mengerjakan dan mengusahakan takdir itu dia sendiri dengan ijin Tuhan tentunya.

harusnya pimpinan PSSI tahu kalau mereka sedah gagal, mau berapa periode lagi untuk mengulangi kegagalan dan kebodohan yang sama? memang tak ada jaminan bahwa dengan penggantian pimpinan akan lebih baik dan sukses, tapi setidaknya kita mencoba merubah status quo yang tak membawa prestasi pada sepak bola indonesia. apa salahnya mencoba, dari pada membiarkan biang kegagalan merecoki jalan keberhasilan yang kita impikan bersama.

dengan segala kebodohannya, entah itu masalah tiketing yang banyak merugikan penonton karena pengolahan yang tak profesional atau dengan merecoki program pelatih, saya sebagai pecinta sepak bola tanah air, mohon dilakukan reformasi di PSSI. kita tak mau disuguhi sepak bola nyaris lagi!!!

turun,, turun,, turunkan nurdin,, turunkan nurdin,, sekarang juga,,

bravo sepak bola indonesia.

Komentar
  1. HisokaZ mengatakan:

    lha wong kmrn d GBK ud ad tulisan gede “GANYANG NURDIN”, masa’ g liat, waktuy qt ganyang nurdin dulu, baru thn dpn balasdendam ganyang malaysia lg…

    • specialmif mengatakan:

      sudah lihat dan yang pasang spanduk dipukuli orangnya nurdin,, harusnya nurdin yang lihat, tapi lha wong mantan napi, g punya malu g seperti bang napi yang masih malu (selalu pake topeng), ato jangan2 mukanya nurdin itu topeng, makanya malu2in,, hehe

  2. andinoeg mengatakan:

    Ancene Nurdin asu….

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s