FABIO CAPELLO

Posted: 14 Februari 2010 in olah raga
Tag:, ,

fabio capello atau yang akrab dipanggil don fabio, adalah pelatih sukses asal italia. di manapun ia melatih, tim yang ditanganinya selalu sukses meraih gelar juara. di mulai dengan melatih milan, real madrid, as roma, juventus dan sekarang jadi manajer timnas inggris. filosofi melatihnya sederhana, “turuti aku atau tidak sama sekali”. kala melatih madrid, don fabio pernah menyingkirkan david beckham karena mengikat kontrak dengan LA galaxy sebelum musim berakhir, walaupun akhirnya don fabio menggunakan tenaga david beckham lagi dan sukses meraih gelar la liga.

don fabio terkenal karena ketegasannya, tidak suka ada orang yang ikut campur dalam menentukan taktik pertandingan, semua menjadi otoritasnya. sekarang, kala menjadi manager timnas inggris, dia sukses membawa timnans inggris lolos ke piala dunia 2010 di afsel. inggris terkenal dengan medianya yang suka mengkritik kebijakan pelatih timnasnya, tapi seorang don fabio tidak lantas terpengaruh, baginya ukuran berhasil atau tidaknya seorang pelatih itu dilihat di atas lapangan pada saat pertandingan.

berikut adalah contoh ketegasan don fabio kala mencuatnya skandal perselingkuhan jhon terry, kapten timnas inggris. Perzinahan, atau hubungan seks di luar nikah kalau merujuk pada istilah masyarakat sekuler, bukanlah sebuah tindak kriminal di Inggris ini. Pun perselingkuhan. Tidak ada hukuman maupun sanksi moral-sosial terkait dengan dua tindakan tersebut.

Perzinahan dan perselingkuhan terjadi di semua strata sosial dan lingkar kehidupan. Politisi, wartawan, agamawan, akademisi, artis, seniman, tak ketinggalan pemain bola.

Kalau mau jujur, sangat susah untuk menemukan pemain sepakbola yang bersih dari urusan ini, bukan hanya di Inggris tetapi juga Eropa. Kalau saja lingkaran dalam persepakbolaan mau lebih terbuka, dunia mungkin akan lebih terkejut lagi dengan banyaknya pemain atau bekas pemain yang selama ini dikenal bersih, ternyata menyimpan jejak rekam yang mengerikan.

Karenanya ketika muncul tuduhan kapten Inggris dan Chelsea John Terry berselingkuh publik sepakbola Inggris tidak ada yang terkejut. Khusus untuk Terry, kalau tuduhan berselingkuh itu benar, maka itu hanyalah untuk kesekian kalinya Terry ketahuan mengkhianati istrinya.

Yang berbeda adalah reaksi sang manajer tim nasional Inggris, Fabio Capello. Dengan tenang, dingin, tanpa sungkan ia mencopot Terry dari posisinya sebagai kapten tim nasional.

Ia memuji Terry sebagai kapten yang bagus, tetapi pada saat bersamaan menekankan: mencopot Terry adalah demi kebaikan tim nasional Inggris.

Publik sepakbola Inggris seperti biasa terbelah opini mereka: ada yang menyetujui, ada yang tidak.

Yang tidak setuju dengan cepat mengatakan apa hubungannya bermain sepakbola dengan selingkuh ataupun perzinahan. Selama yang bersangkutan menunjukkan performa yang bagus sebagai kapten dan pemain di lapangan, itulah yang dinilai. Perselingkuhan maupun perzinahan adalah urusan pribadi yang tidak ada hubungannya dengan lapangan bola. Toh yang dicari bukanlah pengganti Paus yang akan menjadi panutan moral keagamaan? Demikian kira-kira kilah mereka yang tidak setuju dengan Capello.

Yang setuju menunjukkan bahwa Terry telah mengkhianati orang terdekatnya, istrinya. Kalau istrinya saja dikhianati, apa susahnya mengkhianati orang lain.

Lebih celaka lagi, dan premis pertama seperti mendapatkan pembenaran, tuduhannya adalah Terry menyeleweng dengan (mantan) kekasih teman akrabnya di klub dan tim nasional. Konon ketika hubungan mereka sedang bermasalah menuju bubar adalah John Terry yang menjadi tempat keluh kesah
mereka berdua.

Mereka yang menyetujui pemecatan Terry tidak mempersoalkan perzinahan maupun perselingkuhannya, tetapi tindak khianatnya. Mereka membayangkan dengan terbongkarnya reputasi Terry, tidak akan lagi ada pemain Inggris di kamar ganti yang akan mendengarkan dan mempercayai omongannya sebagai kapten.

Jelaslah bahwa Capello sudah menimbang itu semuanya. Mungkin dalam skala yang berbeda ia telah berulang kali harus mengambil keputusan semacam. Ia bukan manajer kemarin sore. Ia tidak mendulang kesuksesan dan tiba di posisinya yang sekarang tanpa mengerti pertimbangan-pertimbangan seperti
itu.

Bagaimanapun ia orang Italia, bangsa yang melahirkan bapaknya pragmatisme politik, Nicollo Machiavelli. Seperti politik, sepakbola adalah kegiatan beregu-olahraga beregu. Tempat berkumpulnya individu dengan moralitas yang beragam tetapi mempunyai kesamaan tujuan.

Interaksi antar individu pelan tapi pasti kemudian menemukan keseimbangan nilai yang mengental. Menjadi nilai moralitas tim. Menjadi sebuah konstanta yang akan kemudian menentukan hirarki hubungan antar pemain, pembawaan tim, nuansa keakaraban dan kerjasama, dan rasa saling percaya. Abstrak
dan sangat kompleks serta mungkin susah untuk diterjemahkan dalam kata-kata, tetapi bisa dirasakan keberadaannya.

Aturan sucinya adalah apabila konstanta keseimbangan itu telah dicapai maka apapun yang menggoyahkan harus secepat mungkin dieliminasi. Seberapapun ongkos yang harus dibayar. Pertimbangan apapun diluar untuk konstanta keseimbangan tim tidak layak diperhitungkan.

Terry dianggap menggoncang keseimbangan tim, Terry harus membayar ongkosnya. Sederhana. Lugas. Tanpa kompromi.

Seperti kata Capello di awal masa kepemimpinannya di tim nasional Inggris: Turuti tuntutanku atau tidak usah sama sekali.

Date of birth 18 June 1946 (1946-06-18) (age 63)
Place of birth San Canzian d’Isonzo, Italy

Fabio Capello Playing Career

1976-79 – A.C. Milan : 65 Appearances, 4 Goals
1969-76 – Juventus : 165 Appearances, 27 Goals
1967-69 – Roma : 62 Appearances, 11 Goals
1964-67 – SPAL : 49 Appearances, 3 Goals

1972-76 – Italy : 32 Appearances, 8 Goals

Fabio Capello Management Career

2007 – Present – England
2006 – 07 – Real Madrid
2004 – 06 – Juventus
1999 – 04 – Roma
1997 – 98 – AC Milan
1996 – 97 – Real Madrid
1991 – 96 – AC Milan

1972-76 – Italy : 32 Appearances, 8 Goals

Fabio Capello Player Honours

1978/79 – Scudetto Winner with A.C. Milan
1976/77 – Coppa Italia Winner with A.C. Milan
1974/75 – Scudetto Winner with Juventus
1973/74 – Scudetto Runner-Up with Juventus
1972/73 – European Cup Runner-Up with Juventus
1972/73 – Scudetto Winner with Juventus
1972/73 – Coppa Italia Runner-Up with Juventus
1971/72 – Scudetto Winner with Juventus
1968/69 – Coppa Italia Winner with Roma

Fabio Capello Manager Honours

2006/07 – La Liga Winner with Real Madrid
2005/06 – Scudetto Winner with Juventus (subsequently stipped of title due to the Calciopoli match fixing scandal)
2004/05 – Scudetto Winner with Juventus (subsequently stipped of title due to the Calciopoli match fixing scandal)
2003/04 – Scudetto Runner-Up with Roma
2002/03 – Coppa Italia Runner-Up with Roma
2001/02 – Scudetto Runner-Up with Roma
2000/01 – Scudetto Winner with Roma
1997/98 – Coppa Italia Runner-Up with AC Milan
1996/97 – La Liga Winner with Real Madrid
1995/96 – Scudetto Winner with A.C. Milan
1994/95 – Champions League Runner-Up with A.C. Milan
1993/94 – Champions League Winner with A.C. Milan
1993/94 – Scudetto Winner with A.C. Milan
1992/93 – Champions League Runner-Up with A.C. Milan
1992/93 – Scudetto Winner with A.C. Milan
1991/92 – Scudetto Winner with A.C. Milan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s